Lionel Messi Masuk sebagai Cadangan, Inter Miami Tetap Takluk dari New York Red Bulls

Inter Miami harus menerima hasil mengecewakan setelah kalah 0-2 dari New York Red Bulls dalam pertandingan Major League Soccer (MLS) di Sports Illustrated Stadium, New Jersey, Sabtu, 24 Oktober 2026 waktu setempat. Lionel Messi yang memulai pertandingan dari bangku cadangan baru masuk pada menit ke-56, tetapi kehadirannya belum mampu menyelamatkan tim dari kekalahan. Gol bunuh diri Casemiro pada awal pertandingan dan penyelesaian Emil Forsberg pada masa tambahan waktu memastikan kemenangan tuan rumah. Hasil ini menjadi sorotan dalam dunia Sepak Bola karena Inter Miami sebelumnya sedang membangun momentum positif menjelang fase penentuan musim reguler.
Kekalahan Dua Gol Menghentikan Momentum Positif Inter Miami
Laga antara kedua tim dari Wilayah Timur MLS menghadirkan persaingan penting pada penghujung musim reguler. Pada fase pembukaan laga, New York Red Bulls berusaha memberikan tekanan kepada lawan. Inter Miami yang datang dengan hasil positif dari laga sebelumnya belum mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Kondisi permainan ini memberikan keuntungan bagi New York Red Bulls. Keunggulan tuan rumah sejak awal kemudian memengaruhi arah pertandingan.
New York Red Bulls berhasil membuka keunggulan pada menit ketujuh melalui kesalahan antisipasi pemain Inter Miami, Casemiro. Proses gol tersebut muncul melalui pergerakan menyerang yang membahayakan pertahanan lawan. Penyerang tuan rumah bernama Jorge Ruvalcaba mengarahkan umpan dari sisi lapangan menuju posisi Julian Hall. Dalam proses tersebut, bola mengenai Casemiro dan masuk ke gawang sendiri. Momen tersebut memberikan keuntungan psikologis kepada New York. Untuk skuad asal Florida, ketertinggalan awal menjadi tantangan dalam mengembangkan serangan.
Alasan Lionel Messi Memulai Pertandingan dari Bangku Cadangan
Tidak dimasukkannya Messi dalam susunan pemain utama menjadi salah satu perhatian terbesar. Pemain yang menjadi pusat kreativitas serangan Inter Miami sebelumnya melakukan perjalanan internasional yang cukup padat. Pemain berusia 39 tahun itu datang untuk menerima penghargaan Princess of Asturias Award for Sports di Oviedo, Spanyol, pada Jumat sebelum pertandingan. Perjalanan ke Eropa itu mendorong tim pelatih mengatur beban fisiknya. Padatnya aktivitas dalam waktu singkat dapat memengaruhi kesiapan atlet.
Cristian Kily González selaku pelatih Inter Miami menyampaikan bahwa pengaturan menit bermain telah disepakati. Menurut penjelasannya, perjalanan jauh dan perubahan kondisi lingkungan menjadi pertimbangan utama tim pelatih. Tim berupaya mengurangi kemungkinan masalah fisik mengingat jadwal pertandingan berikutnya sudah menanti. Keputusan manajemen menit bermain menunjukkan perlunya menyeimbangkan kebutuhan pertandingan dan kesehatan pemain. Kendati pemain Argentina itu masuk pada babak kedua, waktu bermain yang tersedia belum cukup mengubah hasil.
Messi Masuk pada Menit ke-56 untuk Membantu Serangan
Sang penyerang berpengalaman mulai tampil pada menit ke-56 dengan masuk menggantikan pemain muda Riquelme Fillipi. Pada saat Messi mulai bermain, Inter Miami berada dalam posisi mengejar ketertinggalan 0-1. Partisipasi Messi pada babak kedua membuka kemungkinan terciptanya peluang melalui umpan bagi lini serang tim tamu. Pemain Argentina itu mencoba mengatur tempo permainan melalui kombinasi dengan pemain di sekitarnya. Namun, New York mampu mempertahankan keunggulan.
Momen berbahaya yang melibatkan Messi muncul pada menit-menit akhir babak kedua. Berkat distribusi bola yang tepat, Messi membantu menciptakan kesempatan bagi rekannya. Ethan Horvath yang menjaga gawang New York melakukan penyelamatan untuk menjaga keunggulan. Dalam rangkaian serangan tersebut, Telasco Segovia juga mendapatkan kesempatan mencetak gol, tetapi upaya penyelesaiannya belum berhasil karena bola menghantam mistar. Peluang yang tidak menghasilkan gol itu memperlihatkan kurang efektifnya penyelesaian akhir tim tamu.
New York Red Bulls Tampil Efektif dalam Menekan Pertahanan Inter Miami
Di luar keberhasilan mencetak gol pada awal laga, New York Red Bulls memberikan tekanan konsisten terhadap pertahanan Inter Miami. Dua pemain menyerang New York, Ruvalcaba serta Hall beberapa kali memperoleh peluang. Pergerakan mereka memaksa pertahanan lawan bekerja keras. Dalam salah satu serangan babak pertama, Julian Hall berusaha memanfaatkan umpan menggunakan kepalanya, tetapi bola masih melambung di atas gawang. Peluang tersebut menunjukkan bahwa tuan rumah tidak puas dengan keunggulan tipis.
Pada posisi penjaga gawang tim tamu, Dayne St. Clair berusaha menjaga agar selisih gol tidak semakin besar. Pemain yang bertugas mengamankan gawang Miami mendapatkan tekanan melalui serangan tuan rumah. Reaksi cepat dalam menghadapi tembakan membantu Inter Miami bertahan dalam pertandingan. Sementara itu, Ethan Horvath mampu mempertahankan gawangnya tanpa kebobolan. Catatan positif sang penjaga gawang menjadi pertandingan kelima tanpa kebobolan sepanjang musim tersebut. Ketepatan penyelesaian dan ketangguhan pertahanan akhirnya membuat Inter Miami sulit mengubah kedudukan.
Gol Emil Forsberg Memastikan Kemenangan New York Red Bulls
Pada fase penutup babak kedua, New York Red Bulls berhasil mencetak gol kedua. Emil Forsberg yang masuk sebagai pemain pengganti menjadi pencetak gol pada masa tambahan waktu. Pemain Swedia tersebut baru memasuki pertandingan pada menit ke-85. Keberhasilan penyelesaian Forsberg tercipta setelah Inter Miami kehilangan bola di area berbahaya. Melalui aksi Cameron Harper, bola dikirim menuju Forsberg untuk diselesaikan. Keberhasilan memanfaatkan kesempatan itu memastikan kemenangan 2-0 bagi Red Bulls.
Dari sudut pandang tim asal New Jersey, hasil positif itu menjadi modal berharga dalam persaingan memperebutkan tempat playoff. Sebelum pertandingan, New York berada di posisi kesembilan Wilayah Timur. Hasil positif tersebut membantu menjaga peluang mereka. Setelah pertandingan, Red Bulls memperoleh total 39 angka dalam klasemen. Catatan tersebut menggambarkan pentingnya setiap kemenangan. Pada persaingan liga dengan sistem playoff, kemampuan meraih kemenangan atas lawan kuat menjadi faktor penting untuk mempertahankan peluang.
Inter Miami Perlu Memperbaiki Permainan Setelah Kalah dari Red Bulls
Kekalahan Inter Miami dari New York Red Bulls memperlihatkan bagaimana kehadiran pemain bintang tidak selalu menjamin kemenangan. Sang kapten yang dimainkan pada babak kedua berusaha membantu menciptakan peluang, tetapi Inter Miami gagal menemukan gol balasan. Gol bunuh diri Casemiro dan penyelesaian Emil Forsberg mengakhiri pertandingan dengan kemenangan New York. Bagi Inter Miami, memperbaiki koordinasi pertahanan dan efektivitas serangan menjadi prioritas dalam menghadapi sisa musim reguler. Dengan jadwal menghadapi FC Cincinnati berikutnya, Inter Miami berharap segera memperbaiki performa. Bagaimana pendapat Anda, apakah pengaturan menit bermain Messi merupakan pilihan terbaik dalam duel menghadapi New York Red Bulls? Silakan bagikan pendapat Anda.








