Croatia Catat Kekalahan Terburuk Setelah Dihantam Inggris Tujuh Gol Tanpa Balas di Rijeka

Croatia mengalami malam yang sangat berat ketika menjamu Inggris dalam lanjutan UEFA Nations League 2026/2027 di Stadion HNK Rijeka pada 3 Oktober 2026. Tim tuan rumah harus menerima kekalahan telak 0-7, hasil yang tercatat sebagai kekalahan terbesar sepanjang sejarah tim nasional Croatia. Inggris tampil dominan sejak awal dengan Harry Kane dan Bukayo Saka masing-masing mencetak dua gol, sementara Jude Bellingham, Anthony Gordon, dan Morgan Rogers ikut mencatatkan nama di papan skor. Hasil tersebut langsung menjadi salah satu pembicaraan besar dalam dunia SEPAK BOLA internasional.
Croatia Mengalami Kekalahan Terburuk Sepanjang Sejarah
Hasil buruk melalui skor 0-7 berubah menjadi malam yang sangat menyakitkan untuk Croatia. Bukan hanya karena perbedaan skornya sangat besar, kekalahan tersebut sekaligus tercatat sebagai hasil terburuk dalam sejarah skuad nasional Croatia. Bagi penggemar SEPAK BOLA, hasil ini terasa semakin mengejutkan terutama mengingat Croatia sepanjang beberapa edisi turnamen besar dikenal sebagai kekuatan penting di Eropa.
Pertandingan di Rijeka sejak pertandingan dimulai segera menampilkan kesenjangan permainan yang begitu mencolok. Inggris terlihat bermain dengan tekanan tinggi, sedangkan Croatia mengalami kesulitan menahan pergerakan para pemain ofensif Inggris. Permainan agresif itu membuat barisan pertahanan Croatia tidak mampu mempertahankan kerapian dalam menghadapi serangan cepat dari tim tamu.
The Three Lions Segera Menguasai Jalannya Laga
Tim tamu memecah kebuntuan ketika laga memasuki menit kedelapan melalui Harry Kane. Gol pembuka itu membuat Inggris semakin percaya diri dalam mengembangkan serangan. Jude Bellingham kemudian menggandakan keunggulan di menit 21, sebelum Anthony Gordon yang mencetak gol berikutnya pada menit ke-39.
Bukayo Saka kemudian membuat skor menjadi 4-0 di penghujung babak pertama. Margin empat gol pada paruh pertama menunjukkan besarnya dominasi Inggris sepanjang babak pertama. Croatia tidak mendapatkan banyak kesempatan guna membangun serangan, karena Inggris konsisten melakukan tekanan sepanjang jalannya permainan.
Harry Kane dan Bukayo Saka Tampil Sangat Tajam
Setelah jeda pertandingan, Inggris tidak mengurangi agresivitas serangannya. Harry Kane mencetak gol keduanya pada menit ke-53, dan mengubah papan skor menunjukkan 5-0. Performa sang kapten merupakan salah satu faktor penting di balik dominasi Inggris, lantaran mobilitasnya berulang kali mengganggu barisan belakang Croatia.
Sementara itu Saka memperlihatkan kualitas melalui torehan gol kedua pribadinya pada menit ke-68. Ketajaman dua pemain tersebut memperlihatkan besarnya ancaman lini serang Inggris. Dalam SEPAK BOLA modern, mobilitas tanpa bola seperti yang diperlihatkan Inggris bisa membuat struktur bertahan lawan terganggu, dan kondisi tersebut tampak nyata ketika Croatia menghadapi Inggris.
Jude Bellingham Menjadi Tokoh Penting di Lini Tengah
Di tengah pesta gol Inggris, Jude Bellingham menjadi salah satu pemain paling berpengaruh. Gelandang tersebut tak sekadar menyumbangkan gol, tetapi juga memberikan kontribusi penting ketika Inggris mengembangkan permainan. Kemampuannya menemukan ruang memberikan masalah besar bagi Croatia dalam menjaga sektor tengah.
Kombinasi Bellingham bersama lini serang membuat aliran bola Inggris tampak dinamis. Permainan dapat berpindah dengan cepat dari lini tengah menuju area serang, sementara perpindahan posisi pemain terus membuka ruang di area pertahanan tuan rumah. Kondisi ini menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya koneksi antarpemain dalam permainan SEPAK BOLA masa kini.
Morgan Rogers Menutup Malam Sempurna Inggris
Saat laga memasuki menit-menit akhir, Inggris masih mampu menciptakan ancaman. Morgan Rogers yang masuk sebagai pemain pengganti akhirnya mencetak gol terakhir di menit ke-87. Torehan Rogers tersebut menutup kemenangan luar biasa Inggris menjadi 7-0.
Kemenangan tujuh gol itu menunjukkan bahwa Inggris terus mempertahankan intensitas sekalipun memiliki keunggulan telak. Pasukan Thomas Tuchel masih membangun serangan hingga laga hampir selesai. Mentalitas tersebut menjadi modal berharga bagi Inggris dalam menjalani agenda internasional selanjutnya.
Hasil Buruk Menjadi Bahan Evaluasi Serius Croatia
Buat skuad Croatia, kekalahan ini jelas membutuhkan evaluasi mendalam. Menerima tujuh gol tanpa balas menunjukkan adanya kelemahan yang perlu dibenahi, utamanya dalam organisasi pertahanan, transisi setelah kehilangan bola, dan kemampuan menghadapi tekanan tinggi. The Three Lions mampu memanfaatkan berbagai celah dengan sangat efektif.
Namun dalam SEPAK BOLA, satu kekalahan besar tidak semestinya menggambarkan keseluruhan kemampuan tim. Croatia masih memiliki waktu untuk merespons di agenda berikutnya. Hal terpenting terletak pada bagaimana para pemain memberikan respons dengan perbaikan konkret, dari sisi taktik dan mentalitas.
Catatan Akhir
Skor 0-7 dalam duel Croatia melawan Inggris di Rijeka menjadi salah satu hasil paling mengejutkan dalam rangkaian pertandingan internasional tahun 2026. Inggris tampil hampir sempurna dengan tujuh gol tanpa balas, di sisi lain Croatia mesti menelan catatan kekalahan terbesar mereka.
Untuk penggemar SEPAK BOLA, pertandingan ini memberikan banyak cerita, mulai dari produktivitas Kane dan Saka, dominasi Bellingham di lini tengah, serta pekerjaan besar yang menanti Croatia. Menurut Anda, apakah pesta tujuh gol ini menunjukkan Inggris telah mencapai level baru, atau hasil tersebut lebih menggambarkan masalah besar Croatia? Sampaikan pandangan Anda soal hasil mengejutkan di Rijeka.








